home Lifestyle Saat ASI Menjadi Racun, Apa yang Bisa Dilakukan?

Saat ASI Menjadi Racun, Apa yang Bisa Dilakukan?

ASI merupakan nutrisi terbaik dan terlengkap yang harus Anda berikan pada buah hati Anda. Namun, tak semua orang bisa memberikan ASI-nya sebagai susu bayi terbaik. Sebab, ada kasus di mana ASI bisa jadi beracun bagi bayi.

Sebagian dari Anda apalagi jika Anda ibu muda yang baru punya anak pertama mungkin baru mendengar mengenai ASI beracun ini. Nah, bila hal ini terjadi, apa yang harus Anda lakukan? Haruskah dihentikan dan mengganti dengan susu formula? Cek di sini jawaban lengkapnya!

Ketika ASI Menjadi Beracun

Kenapa sih ASI bisa beracun? Pada keadaan tertentu, ASI bisa jadi beracun bagi bayi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebabnya adalah rhesus yang ada dalam darah si ibu. Perlu Anda ketahui, rhesus merupakan penggolongan terhadap ada atau tidaknya zat antigen D pada darah.

Ibu yang memiliki rhesus yang berbeda dengan janin akan membuat reaksi penolakan besar-besaran pada tubuh. Ini terjadi karena zat antibodi menyerang ‘benda asing’ dalam tubuh ibu. Hal ini menyebabkan sel darah merah ibu menjadi rusak yang berakibat fungsi hati bayi yang menurun.

Memberikan ASI pada kondisi bayi seperti ini hanya akan membuat akibat yang mengerikan bahkan jika hanya untk dibayangkan. ASI akan menjadi racun bagi si bayi dan bisa jadi membunuhnya bila pemberian terus saja dilanjutkan. Makanya, dalam keadaan ini sebaiknya pemberian ASI dihentikan sementara atau selamanya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Pertanyaan inilah yang harus dijawab selanjutnya. Hal yang harus Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan bayi Anda adalah dengan memberinya susu bayi formula. Ini adalah jalan satu-satunya jalan aman yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pilihlah susu formula yang tepat sesuai dengan kebutuhan si bayi.

Namun, bila pemberhentian pemberian ASI hanya bersifat sementara, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat mulai memberikannya kembali. Salah satunya adalah dengan pemberian ASI secara bertahap. Pemberian ASI secara langsung tidak bisa menggantikan susu formula yang telah akrab di lidah si bayi. Sebab itulah pemberiannya harus bertahap.

Kedua, saat pemberian ASI dihentikan, Anda harus tetap rutin memerah ASI Anda. Tindakan ini akan tetap merangsang produksi ASI si ibu. Dengan begini, saat Anda sudah bisa memberikan ASI pada bayi Anda lagi, produksi ASI tetap sesuai dengan yang diharapkan dan tetap bisa mencukupi kebutuhan bayi Anda.

Pemberian ASI setelah masa pemberhentian sementara juga haruslah dilakukan dengan perasaan yang tenang dan nyaman. Rasa nyaman dan tenang ini akan mengalir pada bayi sehingga penolakan yang awalnya berlaku bisa dihentikan dengan sendirinya. Rasa tenang dan nyaman ini juga akan membuat ibu dan bayi jadi lebih rileks.

Terakhir, Anda harus yakin bahwa ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi Anda. Kenapa harus yakin? Secara psikologis, keyakinan punya dampak besar dalam berbagai hal baik itu kesehatan, ekonomi, dll. Yakinlah bahwa ASI adalah pilihan yang terbaik akan membuat kualitas ASI yang dihasilkan baik serta produktivitas ASI juga sangat mencukupi untuk bayi Anda.

ASI memang penting. Namun, bila Anda dihadapkan dalam keadaan ASI beracun, mau tak mau harus diberikan susu formula. Bila Anda mencari penjual susu bayi formula yang terlengkap, Anda bisa mengunjungi Orami.co.id. Di toko online ini, semua merek susu terbaik di Indonesia tersedia. Anda hanya tinggal memilihnya sesuai dengan kebutuhan saja.

shares